Matasumut.com
BisnisTerbaru

Ekspor Terasi Asahan ke Thailand Tembus Rp230 Juta, Produksi Perikanan Capai 50 Ribu Ton

ASAHAN – Produk olahan hasil laut dari Sumatera Utara (Sumut) semakin memperluas jangkauan pasar internasional. Terasi udang rebon produksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kabupaten Asahan resmi menembus pasar Thailand melalui ekspor perdana sebanyak 40 ton dengan nilai sekitar Rp230 juta.

Pelepasan ekspor dilakukan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya di depan Kantor Bupati Asahan, Sabtu (24/10/2026). Prosesi ditandai dengan keberangkatan truk kontainer yang mengangkut terasi udang rebon menuju Thailand.

“Hari ini kita melepas ekspor perdana produk UMKM asal Kabupaten Asahan, berupa terasi udang rebon sebanyak 40 ton ke Thailand, dengan nilai sekitar Rp230 juta,” kata Zulkifli Hasan.

Ekspor tersebut menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pemasaran produk olahan lokal sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan. Potensi ini didukung kondisi geografis Asahan yang memiliki garis pantai sekitar 56 kilometer di Selat Malaka.

Kabupaten Asahan juga menjadi salah satu daerah penghasil perikanan tangkap terbesar di Sumut. Hingga September 2026, produksi perikanan tangkap di daerah tersebut tercatat mencapai 50.658 ton.

Besarnya produksi perikanan menjadi sumber bahan baku bagi berbagai usaha pengolahan hasil laut, termasuk industri terasi udang rebon yang melibatkan pelaku usaha dan masyarakat pesisir.

Ekspor terasi Asahan terus meningkat

Peluang pasar produk olahan hasil laut Asahan juga tercermin dari perkembangan ekspor terasi dalam dua tahun terakhir.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Asahan, volume ekspor terasi pada 2025 mencapai 1.897,7 ton dengan nilai sekitar Rp21 miliar. Pada 2026, volumenya meningkat menjadi 2.758,5 ton dengan nilai sekitar Rp34 miliar.

Peningkatan tersebut menunjukkan besarnya peluang pengembangan produk olahan hasil laut Asahan untuk menjangkau pasar internasional. Namun, perluasan pasar tetap membutuhkan dukungan terhadap kualitas produk, kapasitas produksi, dan keberlanjutan pasokan bahan baku.

Zulkifli Hasan berharap pengiriman perdana ke Thailand dapat berlanjut secara rutin sehingga akses pasar bagi produk UMKM semakin terbuka.

Ia juga meminta dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan Bank Indonesia, untuk membantu pelaku UMKM mengembangkan usaha serta memperluas pemasaran.

“Dengan begini, setelah melepas ekspor terasi, akses pasar semakin terbuka. Kita minta Bank Indonesia, Pak Bupati, tolong didukung semua agar UMKM kita bisa berkembang,” tegasnya.

Pemerintah salurkan bantuan pangan di Asahan

Selain melepas ekspor, Menko Pangan Zulkifli Hasan juga menyerahkan bantuan pangan berupa beras kepada 164 penerima manfaat dalam rangkaian kegiatan di Kabupaten Asahan.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Penerima bantuan dari kelompok desil 1–4 mendapatkan alokasi 10 kilogram beras per bulan.

Penyaluran dilakukan sekaligus untuk periode tiga bulan, sehingga setiap penerima memperoleh total 30 kilogram beras.

Setelah penyaluran bantuan periode Juli–September 2026, pemerintah melanjutkan program tersebut untuk periode Oktober–Desember 2026 dengan jumlah alokasi yang sama.

Sementara itu, untuk menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat yang lebih luas, pemerintah menambah 1 juta ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga April 2027. Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat pasokan beras di pasar dengan harga yang terjangkau.

Sejumlah pejabat hadiri pelepasan ekspor

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Transmigrasi, anggota DPR RI, Bupati dan Wakil Bupati Asahan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Kepala Badan Mutu KKP Tanjungbalai Asahan.

Hadir pula Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Asahan, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor kelautan dan perikanan.

Ekspor perdana terasi udang rebon ke Thailand diharapkan menjadi pintu masuk bagi produk UMKM Asahan untuk memperluas jaringan perdagangan luar negeri. Dengan dukungan pasar, peningkatan kualitas, dan penguatan kapasitas usaha, potensi hasil laut daerah diharapkan semakin memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku UMKM dan masyarakat pesisir.

Related posts

Sumut Ekspor Komoditas Rp258,9 Miliar ke 16 Negara, Walet hingga Kopi Tembus Pasar Dunia

Redaksi

Comparing Citigroup To Wells Fargo: Financial Ratio Analysis

Redaksi

Financial Firm TD Ameritrade Launches Chatbot For Facebook

Redaksi

Leave a Comment