Matasumut.com
BisnisTerbaru

Sumut Ekspor Komoditas Rp258,9 Miliar ke 16 Negara, Walet hingga Kopi Tembus Pasar Dunia

DELISERDANG — Sumatera Utara kembali menunjukkan kekuatannya di pasar ekspor internasional dengan melepas berbagai komoditas unggulan senilai Rp258,9 miliar ke 16 negara.

Pelepasan ekspor tersebut dilakukan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Timur Tumanggor bersama Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding di Kompleks MMTC, Jalan Willem Iskandar, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, Kamis (29/10/2026).

Komoditas yang dikirim mencakup sarang burung walet, hasil perikanan, kopi, pinang, pala, serta berbagai produk pertanian lainnya yang menjadi andalan daerah.

Mewakili Gubernur Sumut Bobby Nasution, Timur Tumanggor mengatakan peningkatan ekspor merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam memperkuat perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui komoditas yang memiliki nilai tambah.

“Hari ini sangat besar nilai ekspornya, baik itu dari sarang walet, perikanan, kopi, pinang dan lainnya. Bukan hanya sekadar nilainya atau jumlahnya yang besar, melainkan juga bahwa Sumatera Utara mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Timur.

Menurutnya, penguatan ekspor sejalan dengan visi Gubernur Bobby Nasution untuk meningkatkan daya saing ekonomi Sumut. Ia juga menyinggung pentingnya posisi strategis Sumatera Utara sebagai salah satu barometer perekonomian Pulau Sumatera, sebagaimana dibahas dalam pertemuan kepala daerah Indonesia, Malaysia, dan Thailand beberapa waktu lalu.

Kepastian hukum dan standar mutu jadi kunci

Timur menegaskan keberlanjutan ekspor membutuhkan dukungan kepastian hukum, stabilitas harga, serta pemenuhan standar kualitas produk agar kepercayaan negara tujuan terus meningkat.

Ia berharap pertumbuhan nilai ekspor setiap tahun dapat diikuti peningkatan produksi komoditas unggulan dari berbagai daerah di Sumatera Utara.

Barantin percepat layanan ekspor

Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding mengapresiasi capaian ekspor Sumut yang mencapai Rp258,9 miliar. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan besarnya potensi komoditas pertanian dan perikanan Sumut di pasar global.

“Tentu Badan Karantina Indonesia sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini, karena membantu pertumbuhan ekonomi, sekaligus pendapatan masyarakat dan pendapatan daerah,” kata Karding.

Ia menegaskan Barantin terus mempercepat proses pemeriksaan komoditas agar layanan karantina tidak menjadi hambatan dalam kegiatan ekspor maupun impor.

Karding menjelaskan pihaknya juga mendampingi perusahaan yang menghadapi kendala standar di negara tujuan ekspor agar dapat memenuhi persyaratan internasional.

“Tugas kami membantu perusahaan itu agar bisa sesuai standar auditor di negara tersebut. Yang terpenting adalah menjaga kepercayaan dunia internasional dengan pelayanan yang teliti, cepat, mudah, tidak berbelit, dan biaya yang terjangkau,” ujarnya.

Klinik karantina bantu UMKM go internasional

Selain mempercepat layanan, Barantin juga terus mengembangkan klinik karantina untuk mendampingi pelaku usaha pemula dan UMKM yang ingin menembus pasar ekspor.

Melalui program tersebut, pelaku usaha mendapatkan pendampingan terkait standar keamanan, kesehatan, mutu produk, hingga pengurusan dokumen ekspor serta informasi mengenai kebutuhan pasar di negara tujuan.

“Ini yang sedang kita masifkan. Secara tidak langsung, ini akan meningkatkan peluang kerja dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Karding.

Dalam pelepasan ekspor tersebut, beberapa komoditas utama yang diberangkatkan meliputi: sarang burung walet senilai Rp11,22 miliar dengan volume 625,94 kg serta kepiting bakau senilai Rp745 juta sebanyak 18.400 ekor atau 4.600 kg dengan tujuan China. Sementara berbagai komoditas tumbuhan, seperti kopi, pinang, buah pala, bunga, dan lainnya senilai Rp247 miliar dengan volume mencapai 9.552.899,36 kg dikirim ke 16 negara. (Red)

Related posts

Comparing Citigroup To Wells Fargo: Financial Ratio Analysis

Redaksi

RSUD dr M Thomsen Nias Resmi Dialihkan ke Pemko Gunungsitoli, Bobby Nasution Tekankan Peningkatan Layanan

Redaksi

5 Things The Stock Market Doesn’t Give A Hoot About

Redaksi

Leave a Comment