Matasumut.com – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Surya mendorong perguruan tinggi dan pemerintah memperkuat kolaborasi riset dan inovasi agar mampu menjawab berbagai persoalan pembangunan daerah. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya berakhir sebagai publikasi ilmiah, tetapi juga menjadi dasar kebijakan dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Surya saat membuka The 5th International Conference on Social and Political Development (ICOSOP 5) di Hotel Grand Mercure, Medan, Kamis (29/10/2026).
Menurut Surya, riset dan inovasi memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah mengevaluasi program, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.
“Riset dan inovasi diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas program, mengidentifikasi tantangan, dan merumuskan solusi yang tepat sasaran,” kata Surya.
Ia menjelaskan, inovasi yang dikembangkan melalui penelitian dapat mendukung peningkatan pelayanan publik, memperluas kesempatan masyarakat, memperkuat ketangguhan daerah, serta mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Karena itu, Surya menilai sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat perlu terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjembatani kebutuhan pembangunan dengan hasil penelitian yang dihasilkan kalangan akademisi.
Selain kerja sama di tingkat daerah, pertukaran pengetahuan dan praktik baik melalui kolaborasi internasional juga dinilai penting. Pengalaman dari berbagai negara dapat memperkaya perspektif dan menjadi referensi dalam merumuskan solusi yang sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan daerah.
“Kepada akademisi, peneliti, dan mahasiswa untuk terus menghasilkan riset berkualitas, mengembangkan inovasi aplikatif, dan memperluas kolaborasi. Kepada seluruh pemangku kepentingan, disampaikan ajakan agar hasil penelitian dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan dan aksi pembangunan,” ujarnya.
ICOSOP 5 Bahas Inovasi dan Pembangunan Berkelanjutan
ICOSOP 5 mengusung tema “Advancing Inclusive and Resilient Societies through Global Collaboration: Transformative Innovations for Sustainable Regional Development”.
Forum internasional ini mempertemukan akademisi, pemerintah, dan mitra internasional untuk bertukar pengetahuan serta mendiseminasikan hasil penelitian di bidang sosial dan politik, termasuk berbagai isu yang berkaitan dengan pembangunan regional.
Surya berharap konferensi tersebut tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi juga menghasilkan kerja sama konkret, inovasi, dan rekomendasi kebijakan yang dapat ditindaklanjuti.
Sejumlah bidang strategis yang diharapkan memperoleh manfaat dari forum ini antara lain pendidikan, kesehatan, tata kelola pemerintahan, pemerataan pembangunan, serta penguatan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi perubahan.
Menurutnya, keterhubungan antara dunia akademik dan pemerintah menjadi salah satu faktor penting agar kebijakan pembangunan didukung data, kajian, dan pemahaman yang memadai terhadap kebutuhan masyarakat.
Rektor USU Tekankan Tiga Syarat Kemajuan Daerah
Sementara itu, Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Muryanto Amin menekankan tiga hal penting untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Pertama, inklusivitas harus dirancang secara matang melalui riset yang akurat. Dengan demikian, kebijakan dan program pembangunan dapat mengakomodasi kebutuhan berbagai kelompok masyarakat, bukan hanya kepentingan pihak tertentu.
Kedua, ketahanan atau resilience perlu dibangun melalui penguatan kapasitas para pengambil kebijakan, pelaksana, dan evaluator sebelum menghadapi krisis. Persiapan tersebut diperlukan agar pemerintah dan masyarakat memiliki kemampuan untuk merespons perubahan serta mengatasi berbagai tantangan.
Ketiga, keberlanjutan membutuhkan kolaborasi yang erat untuk menghadapi persoalan yang semakin kompleks. Menurut Muryanto, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menjadi salah satu tantangan yang perlu direspons melalui kerja sama lintas sektor.
“Ketiga, keberlanjutan hanya dapat terwujud melalui kerja sama yang erat untuk merespons kompleksitas permasalahan zaman, termasuk perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan,” ujar Muryanto.
Melalui ICOSOP 5, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan mitra internasional diharapkan semakin kuat. Dengan riset yang berkualitas dan penerapan hasil penelitian yang tepat, berbagai gagasan akademik diharapkan dapat berkontribusi langsung terhadap perumusan kebijakan serta pembangunan Sumatera Utara yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
